• Nilai Dasar
Nilai dasar atau nilai ideal pancasila ialah nilai nilai nilai dasar yang relatif tetap ( tidak berubah ) yang nilai tersebut berada di pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Nilai - nilai dasar Pancasila (Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan Sosial) kemudian dijabarkan menjadi nilai-nilai instrumental dan nilai praksis yang lebih bersifat fleksibel dalam bentuk aturan atau norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bemasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Misalnya, pada sila ke-satu Pancasila, Nilai Dasarnya adalah Ketuhanan.
• Nilai Instrumental
Nilai instrumental ialah nilai nilai lebih lanjut dari nilai nilai dasar yang dijabarkan secara lebih kreatif dan dinamis dalam bentuk uud 1945 , TAP MPR , dan peraturan undang undang lainnya.
Pengertian dari nilai instrumental ialah klasifikasi lebih lanjut dari nilai dasar atau nilai ideal secara lebih kreatif dan dinamis dalam bentuk Undang-Undang Dasar 1945 dan peraturan Perundang seruan lainnya, dan dalam Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan Negara berdasarkan UU No. 10 Tahun 2004. Nilai instrumental ini sanggup berubah atau diubah.
Misalnya, pada sila ke-satu Pancasila, Nilai Instrumentalnya adalah:
- Pasal 28E
Ayat (1) Setiap orang bebas memeluk agama dan diberibadat berdasarkan agamanya, menentukan pendidikan dan pengajaran, menentukan pekerjaan, menentukan kewargguagaraan, menentukan tempat tinggal diwilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.
Ayat (2) Setiap orang atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.
- Pasal 29
Ayat (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa,
Ayat (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing masing dan untuk diberibadat berdasarkan agamanya dan kepercayaannya itu.
• Nilai Praktis
Nilai Praksis ialah nilai yang gotong royong dilaksanakan dalam kehidupan faktual sehari-hari baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai praksis juga sanggup berubah/diubah atau bisa juga dikatakkan nilai praksis ialah penerapan dari nilai instrumental dan nilai ideal pada kehidupan sehari hari.
Pada sila ke-satu Pancasila, Nilai Praksisnya adalah:
- Mengembangkan perilaku saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
- Percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
- Tidak melaksanakan penistaan dari suatu agama ibarat melaksanakan pembakaran rumah rumah ibadah.
- Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan akidah terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
- Tidak memaksakan suatu agama dan akidah terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
2. Menurut saya, terjadinya kesenjangan mengenai Program BPJS, beasiswa pendidikan, dll itu karena kurangnya perhatian pemerintah kepada masyarakat. Misalnya, banyak orang yang sudah cukup dan memiliki banyak uang untuk berobat, tetapi mengambil program BPJS. Sehingga, di Rumah Sakit, terjadi antre yang panjang untuk program BPJS padahal beberapa dari mereka orang yang berkecukupan tetapi tidak mau mengeluarkan uang, sehingga terjadilah ketidakseimbangan. Tentu hal ini tidak sesuai dengan apa yang ingin dicapai, yaitu menyejahterakan rakyat kecil. Seharusnya, pemerintah lebih memerhatikan siapa yang layak untuk mendapatkan program tersebut.
3. Contoh pencapaian pemerintah dan kesenjangannya.
Pemerintah membuat program Biling atau Bina Lingkungan, yaitu semacam beasiswa untuk siswa-siswi yang membutuhkan pendidikan namun tidak berkecukupan. Tetapi, banyak sekali siswa-siswi dari program Biling yang malah nakal di sekolah, misalnya melawan guru, tidak mengikuti jam pelajaran, bahkan tawuran. Jadi, seharusnya pemerintah memilih atau menyeleksi lagi siswa yang layak untuk dimasukkan ke dalam program tersebut, sehingga tidak terjadi kesenjangan.
Syakira Kamilah
Imam Bukhori
Minggu, 11 Agustus 2019
Sumber : https://duniainformasisemasa369.blogspot.com/2018/08/pengertian-nilai-ideal-nilai.html?m=1



menghasilkan sumber listrik. Panas yang berasal dari dalam bumi dihasilkan dari reaksi keseluruhan unsur-unsur radioaktif seperti uranium dan potassium. Reaksi nuklir yang sama saat ini masih terjadi di matahari dan bintang-bintang yang tersebar di jagad raya. Reaksi ini menghasilkan panas hingga jutaan derajat celcius. Permukaan bumi pada awal terbentuknya juga memiliki panas yang dahsyat. Namun setelah melewati masa milyaran tahun, temperatur bumi terus menurun dan saat ini sisa-sisa reaksi nuklir tersebut hanya terdapat dibagian inti bumi saja. Pada kedalaman 10.000 meter atau 33.000 kaki, energi panas yang dihasilkan bisa mencapai 50.000 kali dari jumlah energi seluruh cadangan minyak bumi dan gas alam yang masih tersimpan di dunia. Inilah yang menjadi sumber energi panas bumi.


