Minggu, 11 Agustus 2019

1. Nilai-nilai Pancasila
Nilai Dasar
Nilai dasar atau nilai ideal pancasila ialah nilai nilai nilai dasar yang relatif tetap ( tidak berubah ) yang nilai tersebut berada di pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Nilai - nilai dasar Pancasila (Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan Sosial) kemudian dijabarkan menjadi nilai-nilai instrumental dan nilai praksis yang lebih bersifat fleksibel dalam bentuk aturan atau norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bemasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Misalnya, pada sila ke-satu Pancasila, Nilai Dasarnya adalah Ketuhanan.
Nilai Instrumental
Nilai instrumental ialah nilai nilai lebih lanjut dari nilai nilai dasar yang dijabarkan secara lebih kreatif dan dinamis dalam bentuk uud 1945 , TAP MPR , dan peraturan undang undang lainnya.
Pengertian dari nilai instrumental ialah klasifikasi lebih lanjut dari nilai dasar atau nilai ideal secara lebih kreatif dan dinamis dalam bentuk Undang-Undang Dasar 1945 dan peraturan Perundang seruan lainnya, dan dalam Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan Negara berdasarkan UU No. 10 Tahun 2004. Nilai instrumental ini sanggup berubah atau diubah.
Misalnya, pada sila ke-satu Pancasila, Nilai Instrumentalnya adalah:
- Pasal 28E
Ayat (1) Setiap orang bebas memeluk agama dan diberibadat berdasarkan agamanya, menentukan pendidikan dan pengajaran, menentukan pekerjaan, menentukan kewargguagaraan, menentukan tempat tinggal diwilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.
Ayat (2) Setiap orang atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.
- Pasal 29
Ayat (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa,
Ayat (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing masing dan untuk diberibadat berdasarkan agamanya dan kepercayaannya itu.
Nilai Praktis
Nilai Praksis ialah nilai yang gotong royong dilaksanakan dalam kehidupan faktual sehari-hari baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai praksis juga sanggup berubah/diubah atau bisa juga dikatakkan nilai praksis ialah penerapan dari nilai instrumental dan nilai ideal pada kehidupan sehari hari.
Pada sila ke-satu Pancasila, Nilai Praksisnya adalah:
- Mengembangkan perilaku saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
- Percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
- Tidak melaksanakan penistaan dari suatu agama ibarat melaksanakan pembakaran rumah rumah ibadah.
- Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan akidah terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
- Tidak memaksakan suatu agama dan akidah terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

2. Menurut saya, terjadinya kesenjangan mengenai Program BPJS, beasiswa pendidikan, dll itu karena kurangnya perhatian pemerintah kepada masyarakat. Misalnya, banyak orang yang sudah cukup dan memiliki banyak uang untuk berobat, tetapi mengambil program BPJS. Sehingga, di Rumah Sakit, terjadi antre yang panjang untuk program BPJS padahal beberapa dari mereka orang yang berkecukupan tetapi tidak mau mengeluarkan uang, sehingga terjadilah ketidakseimbangan. Tentu hal ini tidak sesuai dengan apa yang ingin dicapai, yaitu menyejahterakan rakyat kecil. Seharusnya, pemerintah lebih memerhatikan siapa yang layak untuk mendapatkan program tersebut.

3. Contoh pencapaian pemerintah dan kesenjangannya.

Pemerintah membuat program Biling atau Bina Lingkungan, yaitu semacam beasiswa untuk siswa-siswi yang membutuhkan pendidikan namun tidak berkecukupan. Tetapi, banyak sekali siswa-siswi dari program Biling yang malah nakal di sekolah, misalnya melawan guru, tidak mengikuti jam pelajaran, bahkan tawuran. Jadi, seharusnya pemerintah memilih atau menyeleksi lagi siswa yang layak untuk dimasukkan ke dalam program tersebut, sehingga tidak terjadi kesenjangan.



Syakira Kamilah
Imam Bukhori
Minggu, 11 Agustus 2019

Sumber : https://duniainformasisemasa369.blogspot.com/2018/08/pengertian-nilai-ideal-nilai.html?m=1

Rabu, 08 Maret 2017

5 Prediksi Tren Teknologi Terbaru

Sejumlah teknologi berhasil mencatatkan pencapaian pada 2016, baik perangkat keras, perangkat lunak, ataupun ekosistem. Namun bukan berarti pengembangan teknologi berhenti sampai di situ. 
Pada 2017 ini juga dipastikan akan hadir sejumlah teknologi terbaru. Terlebih, teknologi memang dikenal sangat dinamis dan penuh dengan inovasi.

Lantas, teknologi apa saja yang diprediksi akan menjadi tren pada tahun ini? Berikut adalah daftar teknologi yang diperkirakan akan menjadi tren di tahun 2017 ini.


1. IoT dan teknologi rumah pintar
Kedatangan teknologi Internet-of-Things (IoT) memang sudah diprediksi sejak beberapa tahun lalu. Namun, mengapa sampai saat ini perkembangan teknologi tersebut belum mencapai puncaknya?
Salah satu yang menjadi alasan adalah kehadiran teknologi pendukung belum memadai. Selain itu, beberapa perusahaan masih belum menghadirkan solusi terintegrasi dan masih melakukannya secara terpisah.
Karena itu, dengan sejumlah perusahaan besar mulai menawarkan layanan terintegrasi, bukan tak mungkin teknologi ini kian dominan pada 2017. Hal itu juga didukung sejumlah pengembangan lebih baik pada tahun ini.

2. AR dan VR
VR, bisa melihat semua seperti nyata.
Tak dimungkiri, 2016 memang menjadi tahun penanda teknologi virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) untuk konsumen. Hal itu tak lepas dari sejumlah perusahaan telah merilis aplikasi, perangkat, dan gim dengan mengusung teknologi ini.
Kendati demikian, kondisi tersebut masih dalam tahap awal dan pasar baru saja siap dengan teknologi anyar ini. Karena itu, 2017 diprediksi akan menjadi kunci pengembangan AR dan VR. Terlebih, sejumlah perusahaan telah mulai memantapkan diri mengembangkan teknologi ini secara lebih serius. 

3. Otonomos

Beberapa bulan terakhir, sejumlah perusahaan secara terang-terangan telah mulai melakukan uji coba kendaraan otonomos besutannya. Hal itu mengindikasikan teknologi otonomos sudah mulai menjadi fokus pengembangan sejumlah perusahaan.
Di sisi lain, sistem otonomos sebenarnya tak hanya berlaku untuk kendaraan. Banyak ahli sudah memproyeksikan pemanfaatan teknologi ini di bidang lain, seperti manufaktur dan beberapa bidangnya.
Karena itu, dengan pengembangan sistem otonomos yang kian baik pada 2017, diperkirakan sistem ini dapat berkembang lebih luas lagi. Terlebih, jika dikombinasikan dengan machine learning, bukan tidak mungkin pemanfaatan teknologi ini akan lebih cepat.

4. Integrasi Digital dan Fisik
Perangkat mobile sekarang sudah tak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Kini, smartphone dan beragam aplikasi telah menjadi akses untuk segala kebutuhan penggunannya.
Salah satu yang cukup terlihat adalah bidang e-Commerce. Dengan jumlah pengguna smartphone yang kini mengandalkan kebutuhan sehari-hari melalui sistem digital, integrasi antara layanan fisik dan digital akan makin terlihat pada 2017.
Beberapa perusahaan online, kemungkinan juga akan menyediakan lebih banyak produk fisik, sehingga pengalaman yang ditawarkan lebih baik. Langkah serupa juga dilakukan oleh sejumlah perusahaan konvensional yang mulai menghadirkan diri secara digital (online presence). 

5. Layanan On-Demand
Kehadiran beragam aplikasi yang menawarkan layanan sesuai permintaan, tak dimungkiri sangat memudahkan pengguna. Saat ini, menonton film, mendengar musik, berbelanja, termasuk memesan kendaraan, sudah dapat diakses melalui smartphone.
Karenanya, 2017 akan menjadi tahun dengan penggunaan aplikasi terbesar. Tahun ini, peningkatan penggunaan layanan on-demand diperkirakan akan melonjak tajam, mengingat penetrasi smartphone pun kian luas.



Sumber : liputan6.com

Dampak dari Teknologi di Bidang Pendidikan

Terdapat beberapa dampak positif dan dampak negatif pada perkembangan teknologi. Kali ini saya akan membahas dampak teknologi pada pendidikan. Nah, berikut adalah dampaknya:



Dampak Positif Dalam Proses Pendidikan:


Menggunakan teknologi sebagai bahan pembelajaran.
1. Pendidikan biasanya sangat identik dengan ilmu pengetahuan. Nah, kebanyakan, pengetahuan yang kita dapatkan itu dari guru kita. Tetapi, dengan adanya perkembangan teknologi, kita dapat mengetahui dampak banyak pengetahuan dari internet.
2.   Banyak sekali informasi, rumus, dll. di beberapa situs internet. Tentu saja memudahkan kita untuk belajar.





Adapun Dampak Negatifnya:


1. Karena banyaknya informasi yang bisa kita lihat di internet, banyak sekali siswa yang menyalahgunakan. Seperti misalnya, mencontek dari google.com, mencari rumus, bahkan mencari kunci jawaban di internet. Ckckck, kalian jangan sampai ikutan ya!
2. Menyalahgunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Kita tahu bahwa kemajuan di badang pendidikan juga mencetak generasi yang berpengetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contohnya dengan ilmu komputer yang tinggi maka orang akan berusaha menerobos sistem yang ada. Misalnya di sekolah saya, banyak sekali yang berusaha meng-hack akun guru agar dapat mengetahui soal beserta jawaban yang akan diujikan.
3.   Selain itu, banyak juga siswa yang jadi malas belajar. Kenapa? Karena mereka terlalu asyik dengan teknologi. Mereka sibuk chatting, sibuk foto, dll.

Ilustrasi Kecanduan Teknologi


5 Teknologi Ramah Lingkungan

Pada zaman sekarang, tentu banyak sekali hal-hal baru mengenai teknologi. Ada yang membuat tambah baik, ada juga yang membuat tambah buruk. Nah, pada posting-an kali ini, aku bakal share kepada kalian mengenai teknologi yang ramah lingkungan. Berikut 5 Teknologi Ramah Lingkungan :


1. Meningkatkan Sistem Panas Bumi (Enhanced Geothermal Systems / EGS)
Tujuan dari sistem ini adalah memanfaatkan panas alami yang dihasilkan oleh bumi untuk Geo1menghasilkan sumber  listrik. Panas yang berasal dari dalam bumi dihasilkan dari reaksi keseluruhan unsur-unsur radioaktif seperti uranium dan potassium. Reaksi nuklir yang sama saat ini masih terjadi di matahari dan bintang-bintang yang tersebar di jagad raya. Reaksi ini menghasilkan panas hingga jutaan derajat celcius. Permukaan bumi pada awal terbentuknya juga memiliki panas yang dahsyat. Namun setelah melewati masa milyaran tahun, temperatur bumi terus menurun dan saat ini sisa-sisa reaksi nuklir tersebut hanya terdapat dibagian inti bumi saja. Pada kedalaman 10.000 meter atau 33.000 kaki, energi panas yang dihasilkan bisa mencapai 50.000 kali dari jumlah energi seluruh cadangan minyak bumi dan gas alam yang masih tersimpan di dunia. Inilah yang menjadi sumber energi panas bumi.
Keberhasilan di proyek EGS seperti di Cooper Basin di Australia, di mana mereka mencapai  tiga setengah kapasitas aliran  setelah pengeboran  ke 250 ° C hingga empat kilometer di bawah tanah. EGS adalah beban dasar sumber daya, yang mampu untuk menghasilkan tenaga listrik 24 jam sehari. Mengandalkan Sistem panas bumi ini juga sangat ekonomis untuk mendirikan sebuah pengoperasian EGS daripada mendirikan pabrik pembakaran batubara listrik baru.
2. Nanosolar (Energi listrik tenaga surya)
Energi listrik tenaga surya selalu menjadi salah satu sumber energi terbaik, karena dalam pengoperasiannya tidak
melepaskan gas gas berbahaya ke udara.  Namun biaya produksi dan operasionalnya secara historis cukup tinggi, tetapi lebih intensif dalam menghasilkan energi listrik. Nanosolar berhasil mengurangi biaya produksi dari $ 3 per watt sampai 30 sen per watt selama pembuatan sel PowerSheet mereka.  Panel surya ini dapat memaksimalkan transfer sinar matahari menjadi listrik. Dan harus ditempatkan dimana langsung kontak dengan cahaya matahari tanpa terhalangi oleh benda atau obyek. Perusahaan Nanosolar ini secara ambisius akan memproduksi massal  energi surya dengan biaya yang efisien di pabrik mereka di San Jose. yang diharapkan akan menghasilkan tenaga sebanyak 430 megawatt per tahun, atau empat kali produksi gabungan dari semua perusahaan yang ada, yang berbasis tenaga surya.
Energy Surya
3. Mencegah dan Mengendalikan Emisi CO2 (Carbon Capture & Storage CCS)captage-fullen
Berbagai cara ditempuh untuk mencegah dan mengendalikan emisi CO2.  Mencegah emisi CO2 jelas lebih murah tetapi lebih sulit. Bagaimana mungkin menghentikan pengeboran migas (bahan bakar fosil), menghentikan industri baja, semen, LNG serta menghentikan  transportasi. Karena itu sejak tahun 1980-an negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan Norwegia berjibaku mencari jalan mengendalikan emisi CO2 agar tidak dilepas ke atmosfer. Cara untuk menangani Emisi CO2 adalah dengan cara memanfaatkan teknologi dengan memisahkan Emisi CO2 dan kemudian menguburnya jauh di bawah tanah.
Jepang merupakan salah satu negara terbaru yang menerapkan teknologi CCS. Pada tahun 2009 dialokasikan 3,3 miliar yen ( 35 juta dollar AS) untuk proyek tersebut dan pada Maret 2010 mulai menyimpan CO2 100,000 ton per tahun. Sebuah organisasi penelitian pemanasan global Jepang, Research Institute of Innovative Technology for the Earth  memperkirakan 150 miliar ton CO2 dapat disimpan bawah tanah di Jepang dan di sekitar wilayah pesisir dalam laut. Bagaimana penerapan teknologi carbon capture storage (CCS) di Indonesia? Agaknya masih jauh, karena belum ada negara berkembang yang mengembangkan risetnya. Apalagi mengaplikasikannya. Hal tersebut disebabkan biayanya yang mahal dan jauh dari komersial.
4. Tenaga Nuklir
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) adalah stasiun pembangkit listrik thermal di mana panas yang dihasilkan diperoleh dari satu atau lebih reaktor nuklir pembangkit listrik. Satu gram U-235 setara dengan 2650 batu bara, membuat sumber tenaga ini memberikan efisiensinya yang sangat tinggi. Semakin efisiensi sebuah proses, semakin banyak keuntungan (baik finansial maupun teknologi) yang didapat. Banyak Negara – Negara di dunia menggunakan PLTN.
Energy Nuklir
Selain dari efisiensinya Tenaga nuklir lebih ramah lingkungan. Batu bara, minyak bumi, dan gas alam dapat berperan sebagai bahan bakar untuk mendidihkan air, tapi semuanya adalah penghasil polusi udara. Nuklir tidak memberikan polusi udara, kecuali limbah radioaktif yang dapat dikelola dengan teknik tersendiri.  Teknologi PLTN juga jauh lebih canggih daripada pembangkit listrik lainnya. Prinsip dalam teknik adalah semakin canggih, semakin aman.
5. Jaringan Cerdas (Smart Grids)
Smart grid merupakan sistem ketenagalistrikan generasi baru yang dicirikan oleh meningkatnya penggunaan komunikasi dan teknologi informasi dalam pembangkitan, distribusi dan konsumsi energi listrik. Ini merupakan sumber energi kelistrikan dengan konsep terintegrasi dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Beberapa sumber energi potensial yang dapat digunakan dalam pengembangan konsep ini adalah panas matahari dan panas bumi.
Menurut laporan Badan Energi Internasional , antara tahun 2003 hingga tahun 2030 dari seluruh dunia akan menghabiskan dana lebih dari 16 triliun dollar untuk mengembangkan dan menginstalsmart grid. Tujuan utama smart grid adalah untuk mengatasi masalah umum sistem jaringan listrik saat ini. Smart grid akan membuat pendistribusian dan penggunaan energi yang lebih efisien dan hemat biaya.
Sedangkan di Indonesia  Smart Grid  sedang dikembangkan. Untuk menyuplai kebutuhan listrik dalam negeri memiliki tingkat kerumitan tersendiri. Pasalnya letak geografis dengan jumlah pulau yang mencapai 13.487 baru 67% yang sudah mendapatkan saluran listrik. Banyak negara maju yang sudah menerapkan smart grid menuju masyarakat smart electrification. Seperti di Australia, Korea Selatan dan Norwegia.smartgrid_02
Sumber: Uniknya.com & news.tridinamika.com